Beranda Informasi Cara Menerapkan Hukuman Mendidik Bagi Siswa Indisipliner Di Sekolah

Cara Menerapkan Hukuman Mendidik Bagi Siswa Indisipliner Di Sekolah

5
0

Cara Menerapkan Hukuman Mendidik Bagi Siswa Indisipliner Di Sekolah – Sebagai seorang guru, setiap hari anda pasti dihadapkan dengan beragam karakteristik peserta. Dalam satu kelas, setiap peserta didik memiliki karakter yang berbeda-beda, ada yang pendiam, periang, banyak bicara, usil, bahkan indisipliner.

Khusus untuk peserta yang suka melakukan tindakan indisipliner, pastinya hal ini memerlukan perhatian dan tindakan khusus yang mesti dilakukan guru dalam mengatasinya. Namun dalam melakukan tindakan menghadapi karakter peserta didik yang indisipliner tersebut, guru haruslah hati hati.

Kenapa?

Karena jika kita melakukan cara salah dalam menghadapi peserta didik yang indisipliner tersebut, hal itu justru akan memberikan dampak yang negatif. Misalnya tidak merubah sikap dan perilakunya, namun justru membuat semakin menjadi-jadi.

ARTIKEL TERKAIT •
Contoh Soal UTS IPS Kelas 6 Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018

Lalu..

..bagaimana cara kita sebagai seorang guru dalam menghadapi peserta didik tersebut? Apalagi jika peserta didik tersebut sampai melanggar aturan yang ada di sekolah.

Penyebab Tindakan Indisipliner Peserta Didik

Sebelum saya masuk membahas cara menerapkan hukuman yang berbasis mendidik dalam mengatasi peserta didik yang indisipliner, ada baiknya saya memaparkan berbagai penyebab yang mungkin membuat peserta didik melakukan tindakan yang melanggar aturan di sekolah.

Beberapa alasan tersebut antara lain :

  • Peserta didik ingin mencari perhatian di sekolah, karena kurang mendapat perhatian di rumah atau lingkungan tempat tinggalnya.
  • Peserta didik ingin mendapat pengakuan dari teman sebayanya.
  • Peserta didik terbiasa hidup dilingkungan yang keras.
  • Peserta didik terlalu di kekang di rumah, jadi merasa bebas ketika di sekolah.
  • Peserta didik terlalu dimanjakan oleh orang tuanya di rumah.
Dari alasan-alasan yang telah saya kemukakan diatas, selanjutnya anda bisa memilih jenis hukuman yang pantas dan patut dalam menghadapi peserta didik yang indisipliner.
Hukuman Yang Harus Dihindari
Seperti yang saya kemukakan diatas, dalam memberikan hukuman, sebagai seorang guru anda harus berhati-hati. Beberapa jenis hukuman yang harus anda hindari antara lain :
  • Jangan memberi hukuman yang sifatnya menyakiti fisik peserta didik. Misalnya, menyubit, menjewer, memukul, sampai melempar spidol atau penghapus.
  • Jangan memberikan hukuman yang menyakiti psikis peserta didik. Misalnya membentak, meneriaki, berkata kasar, atau menyinggung. 
  • Jangan memberikan hukuman yang sifatnya mempermalukan peserta didik. Misalnya, mendirikan di depan kelas, menertawakan, sampai mengejek.
  • Jangan memberikan hukuman yang menguras fisik peserta didik. Misalnya, menjemur dihalaman, push-up, dan sejenisnya.
Hukuman-hukuman seperti yang saya kemukakan di atas harus anda hindari sebisa mungkin. Hukuman tersebut tidak akan membuat mereka sadar secara total, namun hanya sesaat dan justru membuat mereka menjadi sangat benci dengan anda sebagai seorang guru.

Hukuman Mendidik Yang Bisa Dicoba
Hukuman terbaik bagi peserta didik yang tidak disiplin adalah memberikan hukuman yang sifatnya mendidik. Hukuman ini akan membuat mereka lebih sadar dan yang pasti tidak akan membuat mereka membenci anda sebagai guru.
Beberapa hukuman mendidik yang bisa anda coba antara lain :
  • Hukuman yang sifatnya memberikan tanggung jawab. Misalnya jika ada peserta didik yang tidak piket atau mengotori kelas, bisa diberikan hukuman berupa menambah beban piketnya, diberi tambahan tugas seperti menyapu halaman, menghapus papan tulis, sampai membersihkan kaca.
  • Hukuman yang sifatnya membuat jera, namun tidak menyakiti. Misalnya jika anda menemukan peserta didik yang tidak mengerjakan PR, maka anda bisa memberikan hukuman berupa menambah PR nya menjadi lebih banyak.
  • Hukuman yang sifatnya kerohanian. Misalnya menugaskan kepada peserta didik yang indisipliner dengan cara menyuruhnya memimpin doa awal dan akhir pelajaran selama beberapa hari yang ditentukan guru.

Hukuman-hukuman seperti yang saya kemukakan di atas tentu akan lebih baik dan tidak menyakiti peserta didik.
Saya pribadi sebagai seorang guru mempunyai metode sendiri dalam menghadapi peserta didik yang indisipliner di sekolah. Metode yang saya terapkan bernama Stiker Berhadiah.
Bagaimana sistem kerjanya?
Sistem kerjanya adalah menyediakan stiker berbagai warna yang bisa ditempelkan. Setiap warna dari stiker yang saya miliki mempunyai hadiah yang berbeda-beda. 
Cara kerjanya adalah dengan menuliskan jenis hadiah (bisa hukuman, bisa juga hadiah) pada setiap jenis warna stiker tersebut dan menempelkannya di meja peserta didik yang melakukan tindakan indisipliner ataupun yang melakukan pekerjaan baik.
Misalnya :
  • Stiker Merah. Untuk peserta didik yang kurang disiplin dalam mengerjakan tugas, seperti PR atau tugas lain. Hukumannya, menambah beban tugas dengan akumulasi jumlah tertentu.
  • Stiker Orange. Untuk peserta didik yang kurang disiplin dalam hal kebersihan, seperti tidak melaksanakan piket. Hukumannya berupa menyapu halaman selama 1 minggu, menghapus papan tulis selama 5 hari, atau menyiram tanaman selama 3 hari.
  • Stiker Kuning. Untuk peserta didik yang suka ribut di kelas atau berkelahi. Hukumannya bisa berupa memimpin baca doa selama 1 minggu, membuang sampah selama 1 minggu, dan sebagainya.
  • Stiker Hijau. Untuk stiker hijau saya memberikan bonus kepada peserta didik. Misalnya untuk peserta didik dengan nilai ulangan tertinggi, mendapat prestasi, sampai ulang tahun. Hadiahnya bisa berupa cokelat, permen, dan yang lainnya.
Stiker-stiker tersebut harus ditempelkan di meja selama rentang waktu yang tertulis dan tidak boleh dilepas sebelum masa waktu tersebut habis.

Demikian artikel saya mengenai Cara Menerapkan Hukuman Mendidik Bagi Siswa Indisipliner Di Sekolah. Semoga bermanfaat.


Sumber https://www.blogsekolah.net/

ARTIKEL TERKAIT •
Kunci Soal Bahasa Inggris UKK 6 SD Semester 2 UAS 2 TA 2013/2014